Selamat malam. pada pertemuan kali ini, saya mau sharing contoh kasus opini publik yang melibatkan citra suatu perusahaan. sebagai intermezo, tujuan dari pembentukan cintra opini public adalah memperoleh reputasi baik, kredibilitas dan citra positif dari public.
Topik pembahasaan yang saya ambil kali ini adalah kasus pembuatan ulang trilogi game Grand Thief Auto yang dilakukan oleh pihak Rockstar. kasus ini menjadi trending topik dikalangan para gamers, banyak yang beranggapan bahwa Rockstar Games dinilai gagal dalam membangun ulang harapan banyak orang.
Kasus ini bermulai saat Rockstar Games memberi leaks pada laman twitternya mengenai projek mereka untuk Remastered trilogi game legenda seluruh masyarakat penikmat game. pada laman twitter tersebut Rockstar Games menjelaskan akan melakukan projek ini dengan sangat proper.
Cuitan twitter tersebut lantas menjadi trending topik, banyak media juga mulai memberitakan hal tersebut dilaman mereka, para penikmat vidio game mulai merasa antusias dalam menunggu proses projek Remastered ini. dengan banyaknya antusias para gamers, mereka mulai mempertanyakan apakah hasil Remastered game legendaris ini akan lebih baik daripada hasil modifikasi fans yang kian beredar di internet. perbandingan grafis pada game yang di Remastered dengan mod dari fans menjadi tolak ukur seberapa berhasilkah projek ambisius Rockstar ini.
Tak berselang lama, trailer game projek ambisius ini muncul, sontak memberikan angin segar kepada khalayak publik. peningkatan grafis yang memukau, peremajaan sistem, dan beberapa inovasi baru kian ditampilkan dalam trailer.
Namun, setelah penantian panjang, dengan banyaknya hype dari khalayak publik. hasil dari projek ambisius tersebut dinilai gagal. hype yang dibangun dari trailer yang memukau hancur berkeping-keping saat trilogi game tersebut dirilis. game yang dinilai tidak lebih baik dari game originalnya. grafis yang memukau saat trailer dirilis ternyata tak lebih baik dari grafis modifikasi buatan fans.
Kekecewaan para fans menambah, Rockstar dinilai hanya mencari profit dari projek tersebut, mereka secara sengaja menghapus game original di steam dengan maksud menaikan angka penjualan game Remastered nya tersebut. Rockstar juga menghapus dan menghilangkan banyak laman download mod buatan fans yang sudah tersedia puluhan tahun.
Nah, karena banyaknya protes dari para fans setia Rockstar, pihak Rockstar kembali menyediakan game original mereka di steam, mereka juga meminta maaf dan mulai kembali ke projek ambisius mereka lainnya, yaitu Grand Thief Auto VI.
Dari kasus tersebut dapat saya simpulkan bahwa pihak Rockstar sangat tergesa gesa dan tidak menemukan arah dalam perkembangan industri game mereka, game yang dinilai tidak lebih baik dari game originalnya sudah seharusnya menjadi pembelajaran bagi Rockstar dalam mempertibangkan perkembangan game mereka kedepanya. alangkah baiknya, Rockstar fokus untuk mengerjakan seri lanjutan dari Grand Thief Auto V, dan tidak membuang kesempatan sekali lagi.
Baik sekian dari saya, terimakasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar